EMPAT LAWANG – Ancaman fenomena “Godzilla El Nino” yang diprediksi melanda Indonesia mulai April hingga Oktober 2026 mulai memicu reaksi nyata dari masyarakat. Di Kabupaten Empat Lawang, kesadaran pelanggan PDAM Tirta Seguring Betung untuk melunasi tunggakan meningkat drastis sebagai langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang.
Fenomena Godzilla El Nino merupakan istilah untuk El Nino dengan kekuatan ekstrem yang ditandai suhu panas menyengat. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan bahwa kombinasi El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif akan mengurangi curah hujan secara signifikan, meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.
Kesigapan warga terlihat dari meningkatnya antrean di loket pembayaran retribusi serta banyaknya pengaduan terkait gangguan jaringan. Plt. Direktur PDAM Tirta Seguring Betung, Ir. Ari Cahyadi, saat ditemui di ruang kerjanya menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan.
”Kami berupaya maksimal di tengah keterbatasan keuangan. Kami mengapresiasi masyarakat yang mulai sadar untuk melunasi tunggakan dan membayar tagihan tepat waktu, karena hal ini sangat mendukung operasional pelayanan kami,” ujar Ari.
Kesadaran warga ini juga didorong oleh pertimbangan ekonomi yang rasional. Yansa, seorang pelanggan dari Desa Tebat Payang, Pendopo Barat, mengungkapkan perbandingannya saat mengantre di loket.
“Daripada kami membeli air galon yang biayanya bisa mencapai Rp50.000 per hari, lebih baik tertib membayar air PDAM yang hanya Rp72.000 untuk kebutuhan satu bulan penuh,” terangnya.
Pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk terus menghemat penggunaan air bersih dan segera melaporkan jika terjadi kendala teknis pada distribusi air selama masa kemarau ekstrem ini.
