Kebakaran Hebat di Talang Benteng Muara Pinang, Belasan Rumah Terdampak dan Kerugian Capai Miliaran

EMPAT LAWANG — Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Desa Talang Benteng, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan bervariasi dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar.

​Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, tercatat 5 unit rumah hangus terbakar (rata dengan tanah), 8 unit mengalami rusak berat, dan 3 unit lainnya mengalami rusak ringan.

​Berikut adalah rincian data pemilik rumah yang terdampak musibah kebakaran tersebut:

  • Rumah Hangus Terbakar: Gumanti, Paizal, Raswan Julai, Hermi/Nacik, dan Muliadi.
  • Rumah Rusak Berat: Edi/Lumpi, Mailan Elok, Heri/Dar, Mezi, Guntur, Jamal/Armi, Erwan Suni, dan Pazli.
  • Rumah Rusak Ringan: Nopri/Kis, Beda, serta Hata/Teti.

​Kepala Desa Talang Benteng, Edy Irawan, S.H.I., menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas duka yang menimpa warganya. Pihak pemerintah desa bersama masyarakat langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.

​”Musibah ini tentu menjadi duka bagi seluruh masyarakat Desa Talang Benteng. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan secara menyeluruh, dan mengupayakan koordinasi dengan pihak terkait guna menyalurkan bantuan bagi korban terdampak,” ujar Edy Irawan.

​Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu rumah warga. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan verifikasi resmi dari pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

​Pascakejadian, warga setempat bersama aparat bergotong royong membantu proses evakuasi dan menyelamatkan barang berharga yang tersisa. Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan rutin mengecek kelayakan instalasi listrik rumah guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *