Lahat — Rasa kecewa mendalam dirasakan oleh para atlet E-Sport cabang PUBG Mobile yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kabupaten Lahat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pasalnya, hingga lebih dari satu tahun berlalu pasca-kompetisi, janji bonus kemenangan yang menjadi hak mereka tak kunjung dicairkan. Para atlet yang dipunggawai oleh Nando, Farhan, David, dan Arka tersebut merasa diabaikan. Padahal sebelum bertanding, mereka secara khusus direkrut dan diiming-imingi tawaran menarik oleh pihak pengurus untuk membela panji Kabupaten Lahat.
Nando, salah satu perwakilan atlet, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakjelasan pencairan bonus tersebut. Menurutnya, respon pengurus cabang olahraga (cabor) saat ini justru terkesan acuh tak acuh dan menghindar setiap kali ditanyakan mengenai perkembangan bonus.”Waktu awal ngajak kami semangat sekali. Begitu kami berhasil dapat emas, diklaim dan dirayakan rame-rame. Tapi giliran ditanya masalah bonus, pengurusnya hilang kabar dan acuh tak acuh. Jujur kami kecewa berat,” tegas Nando saat dikonfirmasi, Rabu (1/10/26).
Nando menambahkan, selama lebih dari setahun ini mereka hanya menerima uang saku kecil sebelum pertandingan. Sementara hak atas bonus medali emas yang dijanjikan hingga kini gelap tanpa kepastian. Kekecewaan ini membuat para atlet langganan juara tersebut enggan untuk kembali membela Kabupaten Lahat pada event-event mendatang.”Hampir setiap bulan kami tanyakan, tapi tidak pernah ada kabar pasti. Kalau kondisinya begini, kami jelas tidak bakal mau lagi ngebela Lahat ke depannya,” tambahnya.
Menanggapi keluhan para atlet tersebut, pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lahat menjelaskan bahwa proses rekapitulasi data perolehan medali seluruh atlet Lahat sebenarnya telah diselesaikan dan diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lahat sejak Desember lalu pasca Porprov.
Pihak KONI menegaskan bahwa secara regulasi dan kewenangan penganggaran, pencairan bonus atlet sepenuhnya berada di bawah ranah Dispora Kabupaten Lahat, bukan di KONI.”Tugas rekapitulasi dari kami sudah ditunaikan dan diserahkan ke Dispora. Kami di KONI sifatnya mendorong agar bonus ini segera dianggarkan. Informasi terakhir yang kami dapat, data sudah diinput dan tinggal menunggu proses Anggaran Biaya Tambahan (ABT),” ungkap perwakilan KONI Lahat.
KONI Lahat juga memahami kekecewaan para atlet dan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak atlet ke pihak pemerintah daerah.”Kami sangat memahami kondisi atlet. Banyak atlet yang ngadu ke cabor, lalu cabor meneruskannya ke KONI. Mau tidak mau, suka tidak suka, ini bicara hak atlet dan harus terus kita perjuangkan agar segera dituntaskan oleh Dispora,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi terus dilakukan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Lahat terkait kepastian jadwal pencairan bonus bagi para atlet peraih medali Porprov tersebut. (*)
