Reses DPRD Sumsel Dapil I di Lapas Perempuan Palembang, Soroti Overcrowding dan Program Pembinaan

*PALEMBANG* – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil I Kota Palembang menggelar kunjungan reses ke Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini dipimpin Koordinator Reses.

H. Chairul S. Matdiah, MHKes dan diikuti, Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos., Abdullah Taufik, S.E., M.M., Firmansyah Hakim, S.H., Ir. Romiana Hidayati, dan Muhammad Toha, S.Ag.*Kedatangan rombongan disambut Kepala Lapas Perempuan, *Desi Andriyani* beserta jajaran. Dalam paparannya, Desi menyampaikan Lapas yang berdiri sejak 1917 itu mengalami overcrowding parah. Kapasitas ideal hanya 151 orang, namun saat ini dihuni 524 warga binaan. Tingkat hunian mencapai 347 persen.

Penghuni terdiri dari perempuan usia produktif, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, hingga 6 bayi yang tinggal bersama ibunya.Meski terbatas, Lapas terus menjalankan program pembinaan. Salah satunya optimalisasi lahan untuk pertanian, perikanan, dan peternakan yang menekan 2-3 persen kebutuhan anggaran bahan makanan.

Warga binaan juga dibekali keterampilan menjahit, batik, songket, sablon, salon, tata boga, hingga hidroponik. Pembinaan kepribadian dilakukan lewat kegiatan keagamaan, seni tari, musik, dan paduan suara.Lapas juga meluncurkan 5 inovasi layanan. Di antaranya SI INA untuk data warga binaan, LAVICA video call gratis, SICANTIK untuk pemasaran produk, JELITA layanan kesehatan 24 jam, dan KLASIK daur ulang sampah plastik.

Berkat inovasi tersebut, Lapas meraih WBK 2023, Terbaik II Satker Pemasyarakatan se-Indonesia 2026, sertifikasi halal 34 produk, dan Akreditasi Klinik A. Produk warga binaan juga dipasarkan di OPI Mall dan BKB.Menanggapi hal itu, *H. Chairul S. Matdiah* mengapresiasi kinerja Lapas. “Kami sangat mengapresiasi pelayanan humanis di tengah overcrowding tinggi,” ujarnya.

Chairul menegaskan DPRD akan mendorong dukungan anggaran untuk renovasi dapur, penambahan ruang hunian, dan penguatan program kemandirian warga binaan. “DPRD Sumsel akan upayakan kemitraan agar pembinaan UMKM di Lapas Perempuan Palembang terus berkembang,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *