Lahat — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bukan hanya tentang kemeriahan, pengibaran bendera, maupun berbagai kegiatan perayaan. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta menunjukkan rasa cinta kepada bangsa melalui tindakan yang positif.
Dalam setiap kegiatan memperingati kemerdekaan, keselamatan harus menjadi prioritas. Utamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Jangan sampai semangat merayakan kemerdekaan justru menimbulkan kerugian, atau keresahan di tengah masyarakat.Menurut Deka Mandala Ketua Barisan Muda Lahat, Sabtu (15/8) Kemerdekaan memberikan ruang bagi kita untuk berkumpul, berekspresi, dan merayakan kebersamaan.
Namun, kebebasan harus tetap disertai tanggung jawab. Hindari provokasi, berita yang belum terbukti kebenarannya, ujaran kebencian, serta tindakan yang dapat memecah belah masyarakat.Perbedaan pilihan, pandangan, latar belakang, maupun pendapat adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Yang tidak boleh hilang adalah rasa saling menghormati dan semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Semangat nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan. Nasionalisme harus diwujudkan dalam tindakan nyata, menjaga lingkungan, menghormati sesama, membantu masyarakat, menaati aturan, menjaga ketertiban, serta berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.”Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, mari kita buktikan bahwa rasa cinta terhadap tanah air bukan hanya terlihat ketika bulan Agustus tiba. Nasionalisme harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Mari rayakan kemerdekaan dengan kegembiraan, tetapi tetap mengutamakan keselamatan. Mari bersuara, tetapi tanpa provokasi. Mari berbeda, tetapi tetap menjaga persatuan,” katanya. Karena merdeka bukan berarti bebas tanpa batas.
Merdeka adalah kebebasan yang dijalankan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama.(*)
