Ratusan Warga Kejar Mobil PT ELAP/KKST, Terduga Pelaku Dilempar Terborgol

EMPAT LAWANG — Ratusan warga dari empat desa di Kecamatan Pendopo (Desa Lubuk Layang, Lubuk Sepang, Bandar Agung, dan Jarakan) mengejar kendaraan Hilux hitam bernomor polisi BG 9554 E milik PT ELAP/KKST pada Senin (25/8/2026) sekitar pukul 20.23 WIB.

​Aksi pengejaran tersebut memuncak di Desa Tanjung Raman setelah seorang warga nekat menghadang laju kendaraan. Di sekitar lokasi, warga menyaksikan seseorang dilempar keluar dari dalam mobil dalam kondisi tangan terborgol. Kendaraan milik perusahaan beserta aparat/satpam yang berada di dalamnya kemudian langsung melarikan diri ke Polsek Pendopo dalam kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan berat.

​Menurut penuturan warga, insiden ini dipicu oleh penangkapan salah satu warga yang dituduh mencuri kelapa sawit milik perusahaan. Warga mengungkapkan bahwa proses penangkapan oleh pihak keamanan perusahaan kerap diwarnai tindakan main hakim sendiri. Selain itu, muncul indikasi adanya rekayasa saksi dan barang bukti saat penyerahan terduga pelaku ke pihak kepolisian.

​Di sisi lain, proses penyerahan terduga pelaku oleh pihak perusahaan ke aparat penegak hukum sering kali dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa setempat, sehingga mengabaikan hak-hak hukum terduga pelaku.

​Warga turut menyoroti kasus serupa yang menimpa Refian Nanza alias Bogel (14), warga Desa Lubuk Layang. Ia ditahan oleh jajaran Polres Empat Lawang terkait dugaan pencurian dua tandan sawit dengan sangkaan Pasal 363 KUHP. Padahal, berdasarkan Pasal 32 UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), penahanan terhadap anak secara tegas hanya dapat dilakukan jika tindak pidana yang disangkakan diancam dengan pidana penjara minimal 7 tahun.

​Kapolsek Pendopo, IPTU Ali Syahbana Harahap, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pengejaran tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah masing-masing agar tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *