Lahat — Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran seluruh elemen perusahaan terhadap pencegahan serta penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kodim 0405/Lahat melalui jajaran Koramil turut mendampingi Tim Penyuluhan Bencana Karhutla dari Mabes TNI dalam kegiatan penyuluhan di PT. MIP dan PT. Primanaya Group, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Senin (31/8).
Hadir dalam kegiatan ini turut didampingi Kasdim 0405/Lahat Mayor Inf Subianto, Danramil 405-03/Kikim Kapten Inf Rudi Taufik, dan Danramil 405-06/Muara Pinang Kapten Inf Heri Prabowo, Danramil 405-02/Merapi Kapten Caj Khodori, jajaran manajemen dan karyawan PT. MIP serta PT. Primanaya Group.
Sedangkan dari tim penyuluhan dari Mabes TNI yang hadir terdiri dari Kolonel Cpm Muhammad Faisal Amin Lubis, Kolonel Kal Heri Supriyadi, Kolonel Tek Rachmad Darmawan, Kolonel Mar Wachid Hasbollah, Kolonel Mar Untung Tarmanto, serta Mayor Mar Didik Sutejo.
Dalam penyuluhan tersebut, Tim Mabes TNI menyampaikan sejumlah penekanan terkait pencegahan Karhutla yang menjadi perhatian serius pemerintah. Perusahaan maupun karyawan dilarang keras membuka atau membersihkan lahan, termasuk lahan pertambangan, dengan cara membakar.
Selain itu, perusahaan diminta membangun koordinasi dan pelaporan secara cepat apabila ditemukan indikasi maupun kejadian kebakaran. Setiap kejadian harus segera dilaporkan kepada aparat terkait, tim rescue, Manggala Agni, serta pemerintah daerah sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Kodim 0405/Lahat melalui jajaran Koramil menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perusahaan dan seluruh karyawan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah terjadinya Karhutla di wilayah kerja perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak PT. Primanaya memaparkan SOP penanganan Karhutla, di antaranya pelaksanaan patroli oleh tim SHE setiap satu jam sekali di sektor tambang, pemantauan menggunakan drone untuk mendeteksi titik hotspot, serta kesiapan 10 unit water tank yang dapat digunakan untuk melakukan penyiraman dan pemadaman apabila terjadi Karhutla.
PT. Primanaya juga secara berkala melaksanakan simulasi dan pelatihan penanggulangan Karhutla kepada karyawan setiap tiga bulan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan personel memahami tugas masing-masing sekaligus memastikan seluruh peralatan pemadam dapat dioperasionalkan dengan baik.Sementara itu, PT. MIP menyampaikan bahwa pihaknya terus membangun koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni dan pemerintah daerah dalam setiap upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla, khususnya di wilayah IUP perusahaan.
Patroli secara bergantian oleh tim SHE dilaksanakan setiap satu jam dan didukung penggunaan drone untuk mendeteksi keberadaan hotspot secara lebih akurat. Perusahaan juga secara terjadwal melaksanakan simulasi penanganan Karhutla bersama tim rescue serta menyiapkan kendaraan water tank untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Tim penyuluhan menekankan bahwa karyawan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan Karhutla, terutama dengan segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayah kerja. Karyawan juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas usulan pembentukan Perusahaan Peduli Api (PPA) terpadu yang melibatkan unsur perusahaan, masyarakat dan pemerintah. Usulan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penanganan Karhutla secara terpadu.
Dandim 0405/Lahat yang di wakili Kasdim 0405/Lahat Mayor Inf Subianto menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak.TNI melalui jajaran Koramil akan terus mendukung upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan Karhutla bersama perusahaan, pemerintah daerah, Polri, Manggala Agni dan masyarakat.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan kepedulian dan peran aktif perusahaan serta seluruh karyawan untuk mencegah munculnya titik api, melakukan pelaporan secara cepat dan bersama-sama menjaga lingkungan,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0405/Lahat berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla , khususnya menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.(*)
