Lahat — Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ops Room Sekretariat Pemkab Lahat, Sabtu (5/9).
Rakor diikuti Bupati Lahat BursahZarnubi secara daring melalui Zoom, didampingi Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih serta dihadiri Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, unsur Forkopimda, Sekda Lahat, Danyon TP 894 Lahat, jajaran OPD terkait, para camat, danramil, kapolsek, Forum Kades, serta perwakilan pelaku usaha sektor minerba dan energi listrik.
Bupati Lahat, Bursah Zarnubi menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi Karhutla.”Saya tegaskan disini OPD terkait memastikan seluruh peralatan pemadam dalam kondisi lengkap dan siap digunakan,” tegasnya.
Menurutnya, kebakaran dapat bermula dari sumber api kecil, seperti puntung rokok, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas.Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, menegaskan pentingnya penguatan sosialisasi dan sinergi hingga tingkat desa.
Camat dan kepala desa diminta menjadi garda terdepan dalam pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.“Camat dan kepala desa harus bersinergi dengan Forkopimcam, termasuk Kapolsek, Danramil, serta unsur pemerintahan kecamatan lainnya.” tegas Widia.
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat, peningkatan kejadian Karhutla antara lain terjadi di wilayah Gumay Ulu dan Merapi Selatan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta seluruh wilayah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Pemkab Lahat berharap koordinasi lintas sektor tersebut dapat mempercepat pencegahan dan penanganan Karhutla, sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.(*)
