EMPAT LAWANG – Kepala Sekolah Rakyat 1 Terintegrasi Tebing Tinggi, Suparno, M.Pd.Gr., mengklarifikasi pemicu di balik kepulangan massal para siswa yang membawa koper dan sempat viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa kepulangan murid ke rumah orang tua masing-masing disebabkan adanya pengerjaan perbaikan infrastruktur gedung sekolah dan asrama, di samping kendala ketersediaan air bersih.
Terkait pasokan air, Kabag Teknik PDAM Tirta Seguring Betung, Trheezky Wira Wardana, S.E., mengakui adanya keterbatasan pendistribusian air bersih ke kawasan sekolah. Pihaknya saat ini baru mampu mengerahkan dua armada tangki air dari kebutuhan ideal sebanyak enam armada.
Sebagai solusi jangka panjang, Dinas PUPR Empat Lawang bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Selatan tengah menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Staf Plt. Kabid Tata Ruang Dinas PUPR, Faqih Prasetyo Auly, menyampaikan bahwa Sungai Kemumu—yang berjarak sekitar dua kilometer dari kompleks sekolah—akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku (intake dan IPA) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Sekolah Rakyat secara berkelanjutan.
