Koalisi Buruh Sawit Soroti Beragam Isu Perosalan Buruh

Lahat — Isu kesejahteraan buruh sawit masih menjadi hal yang hangat untuk mencari solusi di tengah berbagai permasalahan mulai dari upah, gelombang PHK hingga sengketa lahan yang membuat ketidakpastian nasib buruh.Di tengah dinamika tersebut Koalisi Buruh Sawit (KBS) menyelenggarakan seminar publik untuk membahas upah layak, pencurian upah dan jaminan sosial bagi buruh sawit.

Seminar yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 september 2026 di Ballroom Hotel Santika menghadirkan narasumber yang mumpuni diantaranya Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, Dosen Universitas Sriwijaya Fakultas Pertanian Dr.Ir Yulian Junaidi, M.si, Researcher TURC Nadya Eijaya L.LB, M.sc, Cecep Wahyudin, Sp, SH, HRD PT PP Lonsum Edy Alamsyah, S.A.P, Ketua DPC GSBI Lahat Fauzi Azwar, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, Kepala Disnakertrans Mustofa Nelson, S.sos, M.si,.

Ketua DPC GSBI Fauzi Azwar mengatakan saat ini Koalisi Buruh Sawit (KBS) telah menyelesaikan pengumpulan data riset baseline 2026 tentang upah layak, wage theft, dan jaminan sosial di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan dan sekitarnya. Riset ini menggunakan metode survei terhadap 50 pekerja perkebunan, dilengkapi dengan wawancara mendalam dan FGD.

Sehari sebelum seminar ini, KBS menyelenggarakan Forum Tertutup (FGD) bersama buruh dan jaringan serikat dari lokasi riset untuk memvalidasi temuan.Ia menyebut, Temuan hasil riset ini akan di bawa ke seminar publik sebagai bahan yang berasal dari konfirmasi langsung oleh pekerja yang mengalaminya.

“Seminar publik ini adalah ruang bagi seluruh pemangku kepentingan—pengusaha, pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan media—untuk merespons temuan tersebut secara terbuka, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan,” katanya. Seminar ini nantinya adalah ruang dialog berbasis data di mana semua pihak duduk setara untuk mencari solusi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *