PALEMBANG — Koalisi Pers Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menyampaikan pernyataan sikap tegas menyikapi lambannya penanganan kasus pengeroyokan dua jurnalis dan mahasiswa di depan Markas Polda Sumsel.
Pernyataan tersebut dibacakan oleh Koordinator Koalisi Pers Sumsel, Ardhy Fitriansyah, bersama pimpinan organisasi pers Sumsel (AJI, PWI, SMSI, dan pimpinan media massa) pada Senin (2/11/2026).
6 Poin Tuntutan Koalisi Pers Sumsel:
- Transparansi Internal: Mendesak keterbukaan hasil pemeriksaan internal terhadap Irwasda Polda Sumsel.
- Keterbukaan di TKP: Meminta kepolisian mempublikasikan hasil pemeriksaan dua organisasi yang berada di lokasi kejadian.
- Kritik Penanganan Lambat: Menilai Polda Sumsel tidak serius dan mengulur waktu karena belum merilis penangkapan para pelaku pengeroyokan.
- Usut Oknum Polisi: Mengecam penanganan dugaan pemukulan oleh oknum anggota Polda Sumsel yang dinilai tebang pilih.
- Tim Investigasi Independen: Desak Dewan Pers dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) membentuk tim investigasi independen.
- Aksi Massa Lanjutan: Siap mengerahkan jurnalis se-Sumsel untuk menggelar aksi demonstrasi lanjutan pada 11 November 2026.
